Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Oktober 26, 2015

BxC Park

This saturday was so exciting as my sister and her family were coming to our small house but sadly it was due to the haze that has gotten worse in Pekanbaru, where they have lived for the last two years. Around  11.oo pm when they arrived, I was still awake just doing a piece of blog writing, while both of my nephews was falling asleep. We just did short chit-chatting before going to bed as they had been on 18 hours journey from Pekanbaru-Padang-Jakarta because no flight could be accessed directly from Pekanbaru; instead, they had to depart trough Padang.

On Sunday afternoon we planned to go to BxC Park, the beautiful and happening one in Bintaro, located in the Bintaro CBD, just beside the Bintaro Exchange Mall (BxC Mall). Our little family often spend time here, especially to enjoy the greenery, the fish ponds as well as the cuisine sold in the BxC food court when getting hungry after an hour of playing in the park. That's why I definitely wanted to bring my nephews there as I'm sure they would enjoy this beautiful open space.

When we arrived (at 5 p.m.), fortunately it was also easy to find the available car park since we often experience a lack of such space if we come on the weekend. We then bought some bread for all of us as the traffic jam, which took almost 1 hour made us a bit hungry hehe. My daughter had her meal while the others ate the bread. Finishing with the meal, we explore one side of the park, taking some photographs and accompanying the children to play maze made of shrubs. These are what I like most from BxC Park, it's spacious, green and children friendly. Also, every Saturday night, there is a gig taken place in the center of the park, but we have never experienced that.

We fell relaxed afterall and I'm happy just seeing their enthusiasm and cheerful faces. :)






Juli 23, 2015

a Book Review: "Dear Venny, Dear Saffron" by Gary Crew and Libby Hathorn

Image is taken from www.brotherhoodbooks.org.au
This is a romantic novel authored by two Australians. Although simple, this book is interesting regarding the plot, the character of the figures, and also the way the authors use to present the story. Overall, I would recommend this book, especially for those who are in favor of such genre and need an easy novel to be digested.

The story begins when Venny (Venero Merlo's nickname), a 16 years old Australian boy, has to send mail to Saffron Duval, a pen friend to be, as part of English course accomplishment. Initially, he views it as a silly task but it changes as time goes by. 

Saffron, who base in New York, is an orphaned girl living with her aunt named Beatrice. She has a rollercoaster life since her parents were dead, and she thus has to follow her aunt. She does a home-schooling due to her unsuccessful school days with some jerk mates who ruin her physiologically. On the other hand, Venny coming from a well family in Australia is a cheerful person who then starts a career in modeling before a physical accident comes up and changes his life since then. It is not a coincidence that Saffron loves art painting and similarly Venny then realize his talent in sculpture.

After a long journey of becoming penpals with almost  three-year shares of ups and downs in each other's personal lives, they realize that it has been a start of a love story, although they have never met yet. At that time, Venny admits that he loves Saffron, who give a similar response. Long story short, even though separated by continents and oceans, Venny make a promise to visit Saffron one day, and he is working thereon.
----------------------------------------------------------------------

P.S. Thanks to Barbara, who recommended this novel as I used to be bored with reading activity. 

Maret 29, 2015

Weekend di Ocean Park BSD


Sudah menjadi rutinitas di keluarga kecil kami, Sabtu adalah harinya jalan-jalan. Saya selalu saja cari-cari ide mau jalan kemana. Sekedar mengunjungi pasar pun buat kami bisa loh dilabeli "jalan-jalan weekend" hehehe. Si ayah sampe heran, saya selalu aja ada alasan buat keluar rumah di hari sabtu #ngikik.

Weekend kali ini terinspirasi oleh Kinanthi yang seriiing banget berimajinasi tentang kolam renang kalo lagi main, entah dengan boneka-bonekanya atau ketika main building block. Kemudian saya baru sadar, udah lama juga ya gak renang. Oke, destinasi weekend kali ini diputuskan kolam renang.

Sejak kamis sebelumnya, saya asiik aja cari-cari info kolam renang yang ada di seputaran bintaro, plus nanya juga ke ibu-ibu komplek yang lebih tau. Dapetlah referensi kolam renang di seputaran bintaro. Tiba-tiba saya tercetus, kayanya seru juga ya kalo renang di waterboom or whatsoever. Langsung kebayang Kinanthi bakalan hepi banget dengan segala macam wahana di sana yang memang lebih banyak permainan airnya, gak kaya di kolam renang biasa.

Hari berikutnya saya fokus cari info waterboom yang ada di jakarta dan sekitarnya (baca: tangerang). Tiga waterboom yang sempat menjadi opsi saya, yaitu, PIM waterpark, Mekarsari Water Kingdom, dan Ocean Park BSD. Selanjutnya, saya mencari review atas ketiga lokasi tersebut. Selain itu, info promo kartu kredit juga menjadi pertimbangan saya.

Berdasarkan hasil survei kecil-kecilan di blog dan grup WA, saya coret Mekarsari Water Kingdom. Saya pun mengeliminasi PIM Waterpark dengan alasan tiket masuknya yang cukup menguras kantong, FYI semua pengunjung lokasi tersebut harus membayar tiket yang sama meski hanya duduk-duduk saja. Akhirnya, pilihan jatuh kepada Ocean Park BSD, di samping lokasinya yang paling dekat dengan tempat tinggal kami, juga ada promo buy 1 get 1 bagi pengguna kartu kerdit BCA, Mandiri dan CIMB. Yeeaayy!!!
--------------------------

Sabtu pagi, Kinanthi, yang semalam sebelumnya sudah diberi tahu kalau besok pagi bakal renang, udah sibuk banget plus heboh mau nyiapin baju renang plus ban renangnya sendiri. Saya pun demikian, sibuk menyiapkan baju ganti dan perbekalan Kinanthi selama di sana. Setelah Kinanthi selesai sarapan, kami pun berangkat.

Belum sampai jam 08.00 pagi kami sudah tiba di lokasi, yang ternyata dekeeet banget dari pintu tol dan tak jauh dari Teras Kota BSD. Alhamdulillah parkirannya sudah buka hihihi sehingga kami bisa masuk dan menunggu Ocean Park buka, yang menurut jadwal adalah jam 08.00. Sembari menunggu, saya dan Kinanthi melihat-lihat beberapa kios yang menjual perlengkapan renang dan merchandise Ocean Park, sementara Uti dan Ayah duduk di lobi.


Menunggu loket buka, di Lobi

Tepat pukul 08.00 konter tiket pun dibuka. Ayah lalu bergegas membeli tiket terlebih dahulu. Baru kami tahu, ternyata 1 kartu kredit hanya bisa membeli 1 tiket saja (plus 1 free tiket), karena kami berempat jadi harus menggunakan 2 kartu kredit. HTM Ocean Park IDR 80.000/per orang saat weekend, dengan promo kami bisa mendapatkan 2 tiket untuk harga tersebut. Tiket sudah di tangat, kami segera masuk ke wahana Ocean Park, yang ternyata luas banget dan setidaknya ada 4 theme, kiddy pool, toddler pool, wave pool dan kolam arus yang mengelilingi area Ocean Park.


Toddler Pool
Kami lalu mengokupasi bangku di dekat toddler pool (untuk anak 2-5 tahun) yang tak jauh dari pintu masuk. Uti yang tak mau bermain air dengan kami, memilih duduk-duduk saja. Bagi pengunjung juga disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan yang berada di bawah tangga setelah entrance gate. Kami tak menggunakan fasilitas ini, sehingga tidak tahu berapa harga coin untuk 1 lokernya.

Melihat banyaknya permainan dan kolam air yang menarik, benar saja Kinanthi seneng banget dan pastinya udah gak sabar buat nyemplung hihihi. Saya yang biasanya duduk-duduk saja saat menemani Kinanthi berenang, merasa sayang banget untuk gak main air disini, selain juga karena bayar tiket dengan harga yang sama yaa #perhitungan dong ya. Mulailah kami bertiga main air, dari toddler pool, kiddy pool dan dilanjutkan mengelilingi setengah kolam arus dengan berjalan di air #pfiuhh sementara Kinanthi menggunakan ban bergambar Nemo-nya yang baru dibeli di kios Ocean Park tadi #ketahuan deh :P.


 
Kiddy Pool

Kurang lebih 1 jam bermain air, kami beristirahat dahulu, sambil memesan makanan yang dijual di kios-kios di dalam Ocean Park. Penjualnya sengaja berkeliling untuk menawarkan apakah kami akan memesan makanan/minuman. Karena kami awalnya berpikir bahwa tidak boleh membawa makanan dari luar, maka perbekalan yang kami bawa pun hanya susu UHT buat Kinanthi dan air minumnya. Akhirnya Uti memesan nasi gudeg (IDR 30.000 sudah termasuk minum), saya memesan mie goreng (IDR 28.000 sudah termasuk minum), sosis goreng untuk Kinanthi (IDR 10.000) dan Ayah memesan batagor (lupa harganya :D). Harga yang dibanderol untuk makanan dan minuman pun masih cukup rasional lah yaa, pun demikian rasanya tak mengecewakan...nyammm. Setelah menghabiskan makanan, kami kembali bermain air, Kinanthi pun sudah tak sabar "Mau renang lagii..." hihihi




Sisi lain Kiddy Pool

Kami penasaran juga mencoba mengelilingi kolam arus kembali, namun kali ini dengan menggunakan ban besar yang kami sewa dengan membayar IDR 25.000. Alhamdulillah Kinanthi cukup kooperatif selama duduk di atas ban. Setelah lelah bermain air (baca: ayah dan ibu) kami memutuskan menyudahi bermain air, ternyata waktu juga sudah menunjukkan pukul 11.00. Tidak bagi Kinanthi karena belum puas sepertinya, sampai harus dipaksa untuk mandi, disertai nangis-nangis tentunya #hufh. Lain kali ya Nak, kita ke sini lagi :). Oya, sebelum menyudahi permainan, saya dan Ayah sempat mencoba wahana sliding lho hihihi...seruuu.


Selesai mandi kami pun meninggalkan Ocean Park, diiringi gerimis kecil.

----------------------------